Press "Enter" to skip to content

Posts published in “Hotel”

Holiday Inn Cikarang Paling Oke Untuk Rileks

Logo Hotel Holiday Inn Cikarang
Logo Hotel Holiday Inn Cikarang

Selain Jakarta, Holiday Inn Cikarang adalah salah satu pulau yang menawarkan keindahan mempesona lewat beberapa taman bermain yang eksotis, dunia bawah taman nan atraktif, gua-gua menawan serta beberapa atraksi alam lainnya yang menyenangkan. Liburan ke Cikarang akan lebih nyaman karena hotel Cikarang masih tidak begitu ramai seperti tempat wisata yang ada di Jakarta.

Selain objek wisata yang penting untuk liburan, tentu saja akomodasi menjadi hal yang tidak kalah penting. Berjalan seharian, pastinya akan sangat menyenangkan jika kalian bisa beristirahat dengan nyaman di salah satu daftar hotel Cikarang yang special.
Beberapa daftar hotel terbaik di Cikarang ini menawarkan akomodasi unik dan menarik, yang tentunya akan menjadi teman paling pas untuk menemani liburan.

Holiday Inn Cikarang 1

Hoiday Inn Cikarang menawarkan penginapan berbentuk rumah Hobbit di atas bukit yang menghadap langsung kearah taman biru. Begitu kalian melangkahkan diri kedalam, terbayang seolah dibawa menuju ke negeri fantasi yang berisikan banyak bangunan berastitektur unik yang sepintas akan mengingatkan kalian pada rumah-rumah Hobbit yang terkenal lewat film Lord of The Ring dan The Hobbit’s.

Walaupun jika dilihat dari lua bangunan berbentuk kubah (dome) nini terlihat hotel Cikarang, namun di dalamnya kalian akan menemukan kenyamanan sekaligus kemewahan, yang menakjubkan kalian bisa menikmati keindahan panorama alam langsung dari atas tempat tidur.

Untuk menikmati keseruan yang lebih lengkap, kalian bisa memilih menginap di connecting dome hotel yang dilengkapi dengan kolam renang pribadi yang menghadap langsung ke taman.

Harga mengina di salah satu daftar hotel terbaik di Cikarang ini mulai dari Rp 2.000.000,- per malam.

Lokasi Holiday Inn Cikarang : Jababeka, Kabupaten Cikarang Utara, kode pos Cikarang Utara

Holiday Inn Cikarang 2

Hoiday Inn Cikarang menawarkan penginapan yang sangat berbeda dari daftar hotel terbaik di Cikarang lainnya, jika biasanya resort ada di pinggir pantau atau di kaki gunung, Hoiday Inn Cikarang menawarkan sensasi yang benar-benar berbeda, kalian akan merasakan menginap di sebuah kapal yang mengarungi tamanan luas.

Al Isra adlah sebuah kapal yang terinspirasi dari kapal tradisional Bugis yang terkenal, yaitu Pinisi. Terbuat dari kayu jati yang kokoh, kapal tradisional ini memiliki 4 buah kabin dengan total lima buah ranjang berbagi ukuran (kapasitas total 12 orang).

Menyusuri tamanan luas di Holiday Inn Cikarang sangat pas bersama dengan keluarga atau teman-teman terdekat. Berada di tengah taman, kalian tidak perlu merasa khawatir dengan aktivitas yang terbatas. Menginap disini, kalian akan berpetualang dengan singgah ke golf club yang indah, bersantai di dek sambil ditemani dengan segelas minuman dingin, berenang di taman lepas, snorkeling, sampai menyelam pun bisa dilakukan (ada biaya tambahan).

Walupun mobil ini tidak semewah kapal pesiar, namun kendaraan ini sudah dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang cukup modern, seperti GPS, program navigasi, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan adanya Holiday Inn Cikarang yang langsung didatangkan dari Cikarang Selatan.

Harga sewa kapal shuttle bus mulai dari Rp 11.811.060,- per malam.

Lokasi : Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Cikarang Utara.

101 Dago Hotel Mewah Dekat Bosscha Observatorium

Hotel 101 Dago Bandung
Hotel 101 Dago Bandung

Jika kita berbicara soal kota Bandung, kota dengan budaya Sunda yang kental ini memang memiliki banyak wahana hiburan dan wisata yang menarik. Baik dari wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner bahkan wisata edukasi, Kota Bandung ini seolah-olah memiliki program one stop service dalam hal pariwisata. Untuk wisata edukasi, kota Bandung  ini memiliki beragam jenis wisata edukasi seperti wisata edukasi tentang alam, sejarah, geologi, flora dan fauna hingga ilmu astronomi. Jika di Jakarta memiliki Planetarium yang berlokasi di kawasan Taman Ismail Marzuki, maka di Bandung memiliki Bosscha Observatorium. Cuma bedanya jika di Planetarium memiliki ruang theater untuk menjelaskan asal muasal tata surya dan benda langit, Di Bosscha ini kita hanya bisa mengamati bintang melalui teropong yang telah disediakan.

Bosscha ini adalah salah satu wisata edukasi di Bandung yang usianya cukup tua, yakni didirikan pada tahun 1923 dan merupakan satu-satunya observatorium penelitian tentang ilmu perbintangan terbesar yang ada di Asia Tenggara dan lokasinya berada di dataran tinggi kota Lembang. Observatorium ini dibangun atas gagasan dari pemerintah Hindia Belanda kala itu yang bernama Nederlandsch-Indiche Sterrekundinge Vereeniging (NISV) atau perhimpunan Bintang Hindia Belanda.

Menurut cerita sejarah, pada saat itu NISV telah diputuskan untuk membangun sebuah fasilitas observatorium di  kawasan Hindia Belanda demi mengembangkan ilmu astonomi. Dari hasil rapat itulah seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar bernama Karel Albert Rudolf Bosscha bersedia untuk menyandang dana dan berjanji memberikan bantuan dalam pembelian teropong bintang. Nah, atas jasa-jasanya itu makanya Observatorium itu diberi nama Bosscha dan terus digunakan hingga Indonesia sudah bebas dari penjajah.

Pembangunan Observatorium Bosscha ini  membutuhkan waktu 5 tahun dan pada tahun 1928 NISV sudah efektif melakukan berbagai penelitian astronomi. Pada tahun 1945 di saat Indonesia merdeka, Observatorium ini masih digunakan NISV, pada saat itu pihak Belanda masih berharap masih bisa menguasai Indonesia sehingga aset-aset yang ada di observatorium di pertahankan di tempat ini. Hingga pada akhirnya, pada tahun 1951 NISV resmi menyerahkan observatorium Bosscha kepada pemerintahan RI dan ITB yang dibangun pada tahun 1951 menjadi pengelola dari observatorium Bosscha serta memanfaatkan tempat tersebut sebagai fasilitas penelitian dibidang optika, teknik instrumentasi dan kontrol, pengolahan data digital dan lain sebagainya.

Observatorium ini memiliki berbagai macam jenis Teleskop yang diantaranya Teleskop Zeiss yang dipergunakan untuk mengamati Planet Mars, Saturnus, Jupiter dan Kawah Bulan, Teleskop Schdmit ima Sakti, teropong ini digunakan untuk mempelajari kontur Galaxy Bima Sakti. Kemudian ada teleskop Reaktor Bamberg yang dipergunakan untuk mengukur reang bintang. Teleskop Cassegrain Goto yang dipergunakan untuk mengamati spektrum bintang dan yang terakhir ada Teleskop Refraktor Unitron yang digunakan untuk pemotretan bintik matahari.

Selain sebagai tempat penelitian, Observatorium Bosscha ini juga bisa di kunjungi oleh kalangan umum yang ingin mengenal dan melihat benda-benda langit denga menggunakan teropong yang disediakan, sekaligus menjadi wahana tempat belajar astronomi yang cocok bagi anak-anak pelajar bahkan pengunjung dewasa. Untuk mengunjungi Bosscha Observatorium ini bisa anda kunjungi pada siang hari pada pukul 09:00-13:00 yakni pada hari Selasa hingga Jum’at dengan jumlah pengunjung max 25 orang bagi rombongan sekola, Akademika dan Instansi. Tapi jika anda datang secara perorangan atau keluarga, anda bisa mengunjungi pada hari Sabtu dengan harga tiket Rp. 7500/orang. Dan harap diingat untuk Observatorium ini tidak melayani pengunjung pada hari Minggu dan hari libur nasional, hari Senin karena pada hari tersebut pihat observatorium harus melakukan perawatan teknis teropong dan instrumentasi, Hari Raya Idul Fitri dan pada tanggal 30 Des hingga tanggal 3 Januari di tahun berikutnya. Nah jika anda tertarik mengunjungi tempat wisata di Bandung yang megah ini, silahkan datang ke Observatorium Bosscha Bandung di Jl. Teropong Bintang, Cikahuripan, Bandung Indonesia.

Untuk mengujungi Bosscha Observatorium ini, hotel yang cocok dan terdekat dengan lokasi adalah The 101 Bandung Dago atau dikenal dengan 101 Dago.  The 101 Dago ini adalah salah satu hotel bintang 4 yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.3. Hotel ini berjarak 1,3 km untuk menuju Bossca Observatorium. Selain dekat Bosscha Observatorium juga  menawarkan akomodasi modern dan trendi dimana penginapan ini di kelilingi pusat perbelanjaan terkenal di kota Bandung, mulai dari Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, Kartika Sari Dago dan masih banyak lagi. Selain letaknya yang dinilai sangat strategis bagi penikmat belanja, hotel ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan penunjang kenyamanan istirahat dan santai anda seperti fasilitas ruang rapat, restoran dan Bar, kemudian untuk layanan yang disediakan antara lain layanan antar jemput bandara gratis, layanan penyewaan kendaraan, binatu, dry cleaning. Hotel dengan jumlah kamar sebanyak 141 rooms dan terbagi atas 3 tipe kamar seperti Deluxe, Triple dan Duplex. Dimana pada tiap-tiap kamar yang dimiliki dilengkapi fasilitas seperti Minibar, Shower, Brankas, Telepon, AC, Pengering rambut, Meja kerja, Area tempat duduk, Peralatan mandi, Toilet, Kamar mandi pribadi, Sandal, TV kabel, TV layar datar, Lantai keramik/marmer, Layanan bangun tidur, Lemari, Handuk dan Seprai. Untuk harga yang ditawarkan oleh 101 Dago ini jika untuk kamar Deluxe mulai dari Rp. 500.000/malam hingga Rp. 600.000/malam, kemudian untuk kamar Triple harga kamar yang ditawarkan mulai dari Rp. 690.000/malam hingga Rp. 915.000/malam dan untuk kamar Duplex harga yang ditawarkan adalah mulai dari Rp. 950.000/malam hingga Rp. 1.250.000/malam.

Itulah ulasan mengenai Bosscha Observatorium beserta dengan hotel 101 Dago yang menjadi hotel terdekat dengan kawasan observatorium. Jika anda berminat untuk memesan hotel 101 Dago tersebut anda bisa lakukan pemesananya pada website bookpanorama.com atau rajakamar.com. Semoga ulasan kali ini dapat menambah pengetahuan anda tempat wisata edukasi yang ada di Bandung.